Rabu, 23 April 2014



PERBEDAAN DAN KRITIK TEORI EKONOMI KLASIK DENGAN TEORI KEYNES


PERBEDAAN TEORI KEYNES DAN TEORI KLASIK 
Teori Klasik
ü  Cara mengatasi pengangguran adalah dengan mengurangi tingkat upah.
ü  Pemerintah memiliki peran minimal dalam perekonomian.
ü  Bertumpu pada masalah-masalah mikro.
ü  Berlandaskan pada hukum “Say” yaitu“penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri”.
ü  Jumlah tabungan akan selalu sama dengan jumlah investasi.
ü  Posisi keseimbangan sumber daya, termasuk didalamnya sumber daya tenaga kerja akandimanfaatkan secara penuh. Seandainyaterjadi pengangguran, pemerintah tidak perlumelakukan tindakan/kebijaksanaan apa pun.

Teori Keynes
ü  Cara mengurangi pengangguran adalahdengan memperbanyak investasi.
ü  Pemerintah memiliki peran besar dalam perekonomian.
ü  Bertumpu pada masalah-masalah makro.
ü  Menganggap itu sebuah kekeliruan karena biasanya permintaan lebih kecil dari penawaran.
ü  Jumlah tabungan tidak sama dengan jumlah investasi.
ü  Dalam kenyataan pasar tenaga kerja tidak  bekerja sesuai dengan pandangan klasik.Dimanapun para pekerja mempunyaisemacam serikat buruh yang akan berusahamemperjuangkan kepentingan buruh dari penurunan tingkat upah.

KELEMAHAN TEORI EKONOMI KLASIK
-     Penggunaan tenaga kerja penuh (full employment) adalah keadaan yang jarang terjadi hal ini disebabkan oleh karena kekurangan permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian.
-     Harga dan upah yang fleksibel tidak dapat dengan cepat memulihkan full employment.
-     Sistem pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan pengangguran tenaga kerja rapuh, kestabilan harga-harga dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
-     Penurunan tingkat upah tidak dapat menciptakan penggunaan tenaga kerja penuh (full employment). Jadi harga dan upah tidak fleksibel.
-     Tingkat bunga tidak satu-satunya komponen yang menetukan investasi.
    Analisis yang mengabaikan aplikasi perubahan harga ke atas keseimbangan tingkat kegiatan ekonomi yang lebih menekankan segi permintaan dalam analisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi negara ternyata menyebabkan inflasi yang serius dan pengangguran yang tinggi.

KRITIK KEYNES TERHADAP PANDANGAN KLASIK
Menyadari kelemahan analisis yang dilakukan oleh ahli-ahli ekonomi Klasik merupakan dorongan pernting kepada Keynes untuk melakukan suatu pendekatan baru di dalam menelaah pola kegiatan ekonomi masyarakat,dan bagaimana tingkat kegiatanekonomi dan tingkat produksi nasional yang ditentukan . Keynes tidak menyetujui pandangan yang paling pokok dalam teori Klasik , yaitu bahwa penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercipta dalam perekonomian .Keynes berpendapat “penggunaan tenaga kerja penuh adalah keadaan yang jarang terjadi , dan hal itu disebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian.”
 PENENTU TABUNGAN DAN INVESTASI
 Penentu Tabungan
Menurut Keynes, besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tanga bukan tergantung kepada tinggi rendahnya suku bunga. Ia terutama tergantungkepada besar kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga itu. Ini beratrti,menurut pendapat Keynes, jumlah pendapatan yang diterima rumah tanggadan bukan suku bunga yang menjadi penentu utama dari jumlah tabungan yang akan dilakukan oleh rumah tangga.
Penentu Investasi
            Apabila tingkat kegiatan ekonomi pada masa kini adalah mengalahkan dan dimasa depan diramalkan perekonomian akan tumbuh dengan cepat, maka walaupn suku bunga adalah tinggi, para pengusaha akan melakukan banyak investasi. Sebaliknya , walaupun suku bunga bunga rendah ,investasi tidak akan banyak dilakukan apabila barang-barang modal yang terdapat dalam perekonomian digunakan pada tingkat yagn jauh lebih rendah dari kemampuannya yang maksimal.
 Masalah Kekurangan Pengeluaran Agregat
Menurut pendapat Keynes, pada umumnya investasi yang dilakukan oleh para pengusaha adalah lebih kecil dari jumlah tabungan yang dilakukan rumah tangga pada waktu dicapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Oleh karenanya perbelanjaanagregat dalam perekonomian adalah lebih rendah dari produksi-produksi barang dan jasa pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Kekurangan dalam pengeluaranagregat ini akan menimbulkan pengangguran dalam perekonomian
PERBEDAAN PANDANGAN MENGENAI PENENTU TABUNGAN
Pandangan Klasik
Pada pandangan klasik menyatakan makin tinggi suku bunga makin banyak tabungan yang dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena perekonomian selalu mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, jumlah tabungan yang diwujudkan adalah jumlah tabungan pada ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh.
 Pandangan Keynes
i.                    Apabila tingkat pendapatan nasional rendah, tabungan masyarakat negative. Keadaan ini berarti masyarakat  menggunakan tabungan di masa lalu untuk membiayai hidpnya.
ii.                  Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin banyaktabungan masyarakat.

Implikasi Dan Perbedaan Pendapat
PENENTU SUKU BUNGA: PANDANGAN KEYNES
Dalam teori keuangan modern yang dikembangkan oleh Keynes, suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang. Bank Sentral dan sistem perbankan adalah institusi yang akan menentukan besarnya penawaran uang pada suatu waktu tertentu. Sedangkan permintaan uang ditentukan oleh keinginan masyarakat untuk memegang uang.
TINGKAT UPAH DAN KEGIATAN EKONOMI
            Seperti telah diterangkan dalam analisis klasik diyakini bahwa tingkat upah dapat mengalami perubahan-perubahan dan ini merupakan faktor lain yang akan menjamin tercapainya tingkat penggunaan tenaga penuh. Keynes juga mengkritik pendapat ini dan selanjutnya menunjukkan bahwa, dari sudut kenyataan yang terdapat dalam masyarakat dan dari sudut teori pendapat itu tidak benar.    
Kalau dibandigkan pendapat ahli-ahli ekonomi klasik dengan kenyataan yang sebenarnya wujud perekonomian modern, akan dapat dilihat bahwa tingkat upah tidak mudah mengalami penurunan. Sebagai akibatnya pengangguran sangat sukar di hapuskan. Dalam perekonomian modern terdapat persatuan-persatuan pekerja yang selalu mempertankan dan memperjuangkan perbaikan nasib para pekerja . Usaha ini termasuklah menjaga agar para pekerja diberi upah yang wajar .Persatuan pekerja akan selalu menentang setiap usaha untukmenrunkan tingakt upah yang dibayarkan kepada pekerja .Kekuatan ini menyebabkan tingkat upah tidak mudah untukditurunkan.
PENENTU KEGIATAN EKONOMI : PANDANGAN KEYNES
            Pendapat keynes menjadi terkenal bukan karena kritik-kritiknya keatas pandangan ahli-ahli ekonomi klasik mengenai penentuan tingkat kegiatan ekonomi negara. Ia dianggap sebagai salah seorang ahli ekonomi yang terkemuka dalam sejarah pemikiran ekonomi karena keynes menciptakan suatu pendekatan baru dalam analisis ekonomi, yaitu ia menganalisis kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam perekonomian sebagai suatu keseluruhan,dan bukan menganalisis bagian-bagian kecil dari padanya. Yang lebih penting lagi, keynes mengemukakan suatu teori yang menggambarkan tentang bagaimana tingkat kegiatan ekonomi dalam sesuatu negara ditentukan, dan faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi tersebut. Pandangannya sangat berbeda dengan pandangan ahli-ahli ekonomi klasik.
            Bagian ini akan menerangkan pokok pandangan keynes mengenai penentuan tingkat kegiatan suatu perekonomian. Hal-hal yang diterangkan dalam bagian ini yaitu:
i.                    Peranan perbelanjaan agregat dalam menentukan kegiatan ekonomi.
ii.                  Komponen utama dari perbelanjaan agregat.
iii.                Contoh angka dan gambaran secara grafik mengenai penentuan kegiatan sesuatu perekonomian.

PERANAN PEMERINTAH AGREGAT DALAM KEGIATAN EKONOMI
      Analisis keynes menunjukkan tentang pentingnya peranan dari pengeluaran agregat keatas jumlah barang dan jasa yang akan diproduksikan oleh sektor perusahaan dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi. Ini berarti analisis keynes lebih banyak memperhatikan aspek permintaan yaitu, menganalisis mengenai peranan dari permintaan berbagai golongan masyarakat dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang akan dicapai oleh suatu perekonomian. Pada hakikatnya analisis itu berpendapat bahwa tingkat kegiatan ekonomi negara ditentukan oleh besarnaya permintaan efektif, yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk membayar barang dan jasa yang diminta tersebut, yang wujud dalam perekonomian.
PENENTU-PENENTU PERBELANJAAN AGREGAT
      Dalam analisisnya keynes membagikan permintaan agregat kepada dua jenis pengeluaran yaitu pengeluaran konsumsi oleh rumah tangga dan penanaman modal oleh para pengusaha. Dalam analisis makro ekonomi yang wujud sekarang pengeluaran agregat dalam perekonomian meliputi pula pengeluaran pemerintah dan ekspor dengan demikian pengeluaran agregat dapat dibedakan empat komponen yaitu konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan ekspor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar